Minggu, 16 Juli 2017

IKBAS MPW KARANG PENANG GELAR HALAL BIHALAL 3

 
Karang Penang. , Ikatan Keluarga Besar Alumni dan Simpatisan (IKBAS PPMU) Panyeppen MPW Karang penang menggelar acara halalbihalal 3 di Lapangan Kec.Karang Penang.sabtu (15/07/2017)

Kegiatan Halal bi Halal dilaksanakan sebagai ajang reuni antara alumni  dan simpatisan Pondok Pesantren Miftahul Ulum Panyeppen  Kecamatan Karang Penang Kab. Sampang.

Ketua majelis Taujih IKBAS MPW Karang Penang , Bahrowi Kholil, S.Sos.I mengucapkan terima kasih atas kehadiran para Ulama' Habaib, Masyaikh,Pejabat Pemerintah dan tidak lupa  Para Alumni yang  mana acara tersebut sebagai ajang reuni yang mengumpulkan seluruh angkatan alumni sejak berdirinya Pondok Pesantren Miftahul Ulum Panyeppen hingga sekarang

Dalam acara tersebut hadir RKH. Moh.Muddatstsir Badruddin (Pengasuh Pondok Pesantren Miftahul Ulum Panyeppen) , Habib Ubaidillah Al-Habsy, dan Ketua Yayasan Al-Miftah KH.Muhdhar Abdullah,M.SI

Dari Kalangan Pejabat Pemerintah tampak DPRD Jawa Timur (H. HISAN, SE), Camat Karang Penang (
SLAMET WAHYU RIADI), Kapolsek Karang Penang, Danramil dan 7 Kepala Desa Sekecamatan Karang penang.

Rabu, 10 Mei 2017

Sejarah Singkat Asal usul PPMU. PANYEPPEN

Asal usul PPMU. PANYEPPEN
1827 silam tepatnya di Desa Potoan Laok Kecamatan Palengaan Kabupaten Pamekasan tepat di sebelah tenggara Kabupaten Pamekasan, Di desa inilah RKH. NASHRUDDIN membabat alas setelah mendapat perintah dari ayahanda RKH. ITSBAT.
atas petunjuk sang ayahhanda Kiai Nasrhruddin kemudian pergi kedaerah yang diperkirakan menjadi tempat pusar gunung, tanpa bantah beliau menyanggupi perintah dari sang ayah handa untuk mencari daerah yang menjadi pusar gunung itu. Dengan perjuangan dan bekal semangat yang tinggi, beliau melihat sebuah tempat yang menurut sebuah cerita tempat tersebut sangat menyeramkan dan banyak banyak semak belukar yang sangat lebat, beliau berfirasat bahwa tempat itulah yang ditunjuk oleh sang ayah, sebelum menmpati tempat tersebut beliau melakukan tirakat (yeppeh) terlebih dahulu dg beralaskan tikar, selang beberapa hari, beliau dijatuhi buah Jambu tepat di pangkuannya , kejadian ini menjadi sebuah isyaroh baik terhadap beliau untuk menempati tempat yang ditunjuk oleh sang ayah. Dengan perasaan penuh harap beliau menempati tempat tersebut sambil berdo'a dg hati khusyu' dan ikhlas, semoga tempat itu membawa barokah dan mamfaat bagi semua umat manusia, dg do'a yang tulus penuh ikhlas akhirnya do'a beliau dikabulkan oleh Alloh SWt, hingga sekarang tempat ini dijadikan tempat orang menimba ilmu, tempat yang sangat Agung serta penuh keramaian, dan tempat tersebut terkenal dengan PANYEPPEN (panyepean: tempat menyepi ).
*disadur dari buku jejak langkah dan kiprah para masyaikh pesantren.

Rabu, 19 April 2017

Sujud Syukur dari Sahabat Kecilku atas kemenagan Anis Sandi "TPQ AL-MUHITHI TLAMBAH TIMUR"

Ikbasmpctlambah.com Suka cita atas kemengan pasangan Anis Sandi terlihat di Taman Pendidika Al-Qur'an (TPQ) AL-MUHITHI (19/04/2017). Pengelola TPQ bersama puluhan santri melaksanakan  sujud syukur.setelah tadi malam doa bersama untuk kemengan Anis Sandi.
Pengelola TPQ, Muhammad Juhri,M.Pd.I mengatakan, acara tersebut dilaksanakan semata-mata sebagai bentuk rasa syukur atan kemengan islam dan pemimpin muslim”Kami memandang ini semata-mata anugerah daro Allah SWT,” ujarnya.
Pria yang akrab disapa Juh Ri itu mengatakan, pembacaan doa merupakan ekspereis syukur dengan lisan. Sedangkan sujud syukur perwujudan dari ucapan terimakasih dengan perbuatan. ”Acara ini diikuti oleh ustdz dan ustadzah dan seluruh santri,” terangnya.

Selasa, 18 April 2017

Bingkisan Do'a Dari Shabat Kecilku Untuk Kemenangan Anis Sandi "TPQ AL-MUHITHI TLAMBAH TIMUR"


اَللَّهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَالْمُسْلِمِينَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَالْمُشْرِكِينَ وَدَمِّرْ أَعْدَائَكَ أَعْدَاءَ الدِّينَ وَجْمَعْ كَلِمَةَ الْمُسْلِمِينَ عَلَى الْحَقِّ يَا رَبَّ الْعَلَمِينَ
Ya Allah, muliakanlah Islam dan Kaum Muslimin, hinakanlah kesyirikan dan kau musyrikin, hancurkanlah musuh-Mu musuh agama, himpunkanlah kalimat kaum muslimin di atas kebenaran, wahai Rabb semesta alam.

اَللَّهُمَّ أَفْرِغْ عَلَيْنَا صَبْرًا وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا وَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ
Ya Allah, limpahlanlah atas kami kesabaran, kokohkanlah pijakan kami, dan menangkanlah kami atas kaum kafirin.


اَللَّهُمَّ افْتَحْ جِهَادًا فِى بِلاَدِنَا وَفِى كُلِّ مَكَانٍ
Ya Allah, menangkanlah jihad di negeri kami dan di segala penjuru muka bumi.

اَللَّهُمَّ أَصْلِحْ وُلَاةَ أُمُوْرِنَا، اَللَّهُمَّ وَفِّقْهُمْ لِمَا فِيْهِ صَلَاحُهُمْ وَصَلَاحُ اْلإِسْلَامِ وَالْمُسْلِمِيْنَ، اَللَّهُمَّ أَعِنْهُمْ عَلَى الْقِيَامِ بِمَهَامِهِمْ كَمَا أَمَرْتَهُمْ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ. اَللَّهُمَّ أَبْعِدْ عَنْهُمْ بِطَانَةَ السُّوْءِ وَالْمُفْسِدِيْنَ وَقَرِّبْ إِلَيْهِمْ أَهْلَ الْخَيْرِ وَالنَّاصِحِيْنَ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ اَللَّهُمَّ أَصْلِحْ وُلَاةَ أُمُوْرِ الْمُسْلِمِيْنَ فِيْ كُلِّ مَكَانٍ

“Ya Allah, jadikanlah pemimpin kami orang yang baik. Berikanlah taufik kepada mereka untuk melaksanakan perkara terbaik bagi diri mereka, bagi Islam, dan kaum muslimin. Ya Allah, bantulah mereka untuk menunaikan tugasnya, sebagaimana yang Engkau perintahkan, wahai Rabb semesta alam. Ya Allah, jauhkanlah mereka dari teman dekat yang jelek dan teman yang merusak. Juga dekatkanlah orang-orang yang baik dan pemberi nasihat yang baik kepada mereka, wahai Rabb semesta alam. Ya Allah, jadikanlah pemimpin kaum muslimin sebagai orang yang baik, di mana pun mereka berada.”

َاللَّهُمَّ أَفْرِغْ عَلَيْهِمْ صَبْرًا وَثَبِّتْ أَقْدَامَهُمْ – وَانْصُرْهُمْ عَلَى عَدُوِّكَ وَعَدُوِّهِمْ
Ya Allah, limpahkanlah atas mereka kesabaran dan kokohkanlah pijakan mereka, dan menangkanlah mereka atas musuh-Mu dan (yang juga) musuh mereka.

َاللَّهُمَّ أَلِّفْ بَيْنَ قُلُوبِهِمْ وَأَصْلِحْ ذَاتَ بَيْنَهُمْ وَاهْدِهِمْ سُبُلَ السَّلاَمِ
Ya, Allah satukanlah hati-hati mereka, perbaikilah apa-apa yang ada di antara mereka, dan tunjukkanlah mereka jalan-jalan keselamatan.

َاللَّهُمَّ انْصُرْ دِينَكَ وَكِتَابَكَ وَسُنَّةَ نَبِيِّكَ وَعِبَادَكَ الْمُوَحِّدِينَ

َاللَّهُمَّ مُنْزِلَ الْكِتَابِ مُجْرِيَّ السَّحَابِ هَازِمَ اْلأَحْزَابِ سَرِيعَ الْحِسَابِ اِهْزِمْهُمْ وَزَلْزِلْهُمْ يَا قَوِيُّ يَا عَزِيزٌ
Ya Allah, Yang menurunkan Kitab, Yang menggerakkan awan, Yang menghancurkan sekutu-sekutu, Yang cepat perhitungan-Nya, hancurkan dan guncanglah mereka, wahai Yang Mahakuat lagi Maha Perkasa.

رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ – وَتُبْ عَلَيْنَا إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمِ
Ya Rabb kami, kabulkanlah kami, sesungguhnya Engkau Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. Dan ampunilah kami, sesungguhnya Engkau Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.

َاللَّهُمَّ إِنَّا نَعُوذُبِرِضَاكَ مِنْ سَخَطِكَ وَبِمُعَافَاتِكَ مِنْ عُقُوبَتِكَ وَبِكَ مِنْكَ لاَ نُحْصِى ثَنَاءًا عَلَيْكَ أَنْتَ كَمَا أَثْنَيْتَ عَلَى نَفْسِكَ
Ya Allah, sesungguhnya kami berlindung dengan keridhoan-Mu dari murka-Mu, dan dengan kemaafan-Mu dari hukuman-Mu, dan dengan-Mu dari-Mu. Tidaklah kami bisa menghitung pujian atas-Mu, Engkau adalah sebagaimana Engkau memuji Diri-Mu sendiri.

وَصَلِّ اللَّهُمَّ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى ءَالِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ وَالْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَلَمِينَ
Dan sampaikanlah ya Allah, shalawat dan salam kepada Nabi kami Muhammad, serta kepada keluarga dan para sahabatnya. Dan segala puji adalah milik Allah Rabb seru sekalian alam.

 Mohon koreksi jika ada kesalahan dan kekurangan.

Senin, 17 April 2017

Santri Panyeppen Gondol Juara I dan 3 di Musabaqoh Kitab Kuning


‌Ikbaskarangpenang.com, Usaha penguatan khazanah keilmuan pesantren akan dilaksanakan tiap tahunnya oleh PKB Pusat dengan kegiatan Musabaqah Kitab Kuning (MKK). Di Pamekasan,digelar oleh "Garda Bangsa Pamekasan" Ahad 16 April 2017 di Ponpes Nurul Hikmah Jungcangcang Pademawu  Pamekasan.


Alhamdulilah prestasi membanggakan diukir  Santri Pondok Pesantren Miftahul Ulum Panyeppen Palengaan Pamekasan Jawa Timur.  Taufiqur Rahman berhasil meraih juara 1 MKK Katagori Kitab Fathul Qorib  dan Imam Hanafi meraih juara 3 Katagori Tahfidzun Kitab Imriti.

Lomba ini diikuti  oleh 66 peserta yang merupakan  deligasi dari beberapa pesantren ternama di pamekasan.
Berikut daftar Pondok Pesantren yang meraih juara dalam ajang MKK ini:

    MKK Katagori Kitab Fathul Qorib
1. PP Miftahul Ulum Panyeppen,
2. PP Cendana,
3. PP Mambaul Ulum Bata bata.

    Tahfidz Nadzhom dan murod Imrithi.
1. PP Al-Hamidi Banyu Anyar Timur.
2. PP Mambaul Ulum Bata bata,
3. PP Miftahul Ulum Panyeppen.

Jumat, 24 Maret 2017

Puasa dan Keutamaan Bulan Rajab

Bulan Rajab adalah bulan ke tujuh  dari bulan hijriah (penanggalan  Arab dan Islam). Peristiwa Isra Mi’raj  Nabi Muhammad  shalallah ‘alaih wasallam untuk menerima perintah salat lima waktu diyakini terjadi pada 27 Rajab ini.

Bulan Rajab juga merupakan salah satu bulan haram atau muharram yang artinya bulan yang dimuliakan. Dalam tradisi Islam dikenal ada empat  bulan haram, ketiganya secara berurutan  adalah: Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram, dan satu bulan yang tersendiri,  Rajab.

Dinamakan bulan haram karena pada bulan-bulan tersebut orang Islam dilarang mengadakan peperangan. Tentang bulan-bulan  ini, Al-Qur’an menjelaskan:

“ Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, Maka janganlah kamu Menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana merekapun memerangi kamu semuanya, dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa.”



Hukum Puasa Rajab

Ditulis oleh al-Syaukani, dalam Nailul Authar, bahwa Ibnu Subki meriwayatkan dari Muhammad bin Manshur al-Sam’ani yang mengatakan bahwa tak ada hadis yang kuat yang menunjukkan kesunahan puasa Rajab secara khusus. Disebutkan juga bahwa Ibnu Umar memakruhkan puasa Rajab, sebagaimana Abu Bakar al-Tarthusi yang mengatakan bahwa puasa Rajab adalah makruh, karena tidak ada dalil yang kuat.

Namun demikian, sesuai pendapat al-Syaukani, bila semua hadis yang secara khusus menunjukkan keutamaan bulan Rajab dan disunahkan puasa di dalamnya kurang kuat dijadikan landasan, maka hadis-hadis Nabi yang menganjurkan atau memerintahkan berpuasa dalam bulan- bulan haram (Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram dan Rajab itu cukup menjadi hujjah atau landasan. Di samping itu, karena juga tidak ada dalil yang kuat yang memakruhkan puasa di bulan Rajab.

Diriwayatkan dari Mujibah al-Bahiliyah, Rasulullah bersabda “Puasalah pada bulan-bulan haram (mulia).” (Riwayat Abu Dawud, Ibnu Majah, dan Ahmad). Hadis lainnya adalah riwayat al-Nasa’i dan Abu Dawud (dan disahihkan oleh Ibnu Huzaimah): “Usamah berkata pada Nabi Muhammad Saw, “Wahai Rasulallah, saya tak melihat Rasul melakukan puasa (sunnah) sebanyak yang Rasul lakukan dalam bulan Sya’ban. Rasul menjawab: ‘Bulan Sya’ban adalah bulan antara Rajab dan Ramadan yang dilupakan oleh kebanyakan orang.'”

Menurut al-Syaukani dalam Nailul Authar, dalam bahasan puasa sunnah, ungkapan Nabi, “Bulan Sya’ban adalah bulan antara Rajab dan Ramadan yang dilupakan kebanyakan orang” itu secara implisit menunjukkan bahwa bulan Rajab juga disunnahkan melakukan puasa di dalamnya.

Keutamaan berpuasa pada bulan haram juga diriwayatkan dalam hadis sahih imam Muslim. Bahkan  berpuasa di dalam bulan-bulan mulia ini disebut Rasulullah sebagai puasa yang paling utama setelah puasa Ramadan. Nabi bersabda : “Seutama-utama puasa setelah Ramadan adalah puasa di bulan-bulan al-muharram (Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram, dan  Rajab).

Al-Ghazali dalam Ihya’ Ulum al-Din menyatakan bahwa kesunnahan berpuasa menjadi lebih kuat jika dilaksanakan pada hari-hari utama (al-ayyam al-fadhilah). Hari- hari utama ini dapat ditemukan pada tiap tahun, tiap bulan dan tiap minggu. Terkait siklus bulanan ini Al-Ghazali menyatakan bahwa Rajab terkategori al-asyhur al-fadhilah di samping dzulhijjah, muharram dan sya’ban. Rajab juga terkategori al-asyhur al-hurum di samping dzulqa’dah, dzul hijjah, dan muharram.

Disebutkan dalam  Kifayah al-Akhyar, bahwa bulan yang paling utama untuk berpuasa setelah Ramadan adalah bulan- bulan haram yaitu dzulqa’dah, dzul hijjah, rajab dan  muharram. Di antara keempat bulan itu yang paling utama untuk puasa adalah bulan al-muharram, kemudian Sya’ban. Namun menurut Syaikh Al-Rayani, bulan puasa yang utama setelah al-Muharram adalah Rajab.

Terkait hukum puasa dan ibadah pada Rajab, Imam Al-Nawawi menyatakan “Memang benar  tidak satupun ditemukan hadits shahih mengenai puasa Rajab, namun telah jelas dan shahih riwayat bahwa Rasul saw menyukai puasa dan memperbanyak ibadah di bulan haram, dan Rajab adalah salah satu dari bulan haram, maka selama tak ada pelarangan khusus puasa dan ibadah di bulan Rajab, maka tak ada satu kekuatan untuk melarang puasa Rajab dan ibadah lainnya di bulan Rajab” (Syarh Nawawi ‘ala Shahih Muslim).

Hadis Keutamaan Rajab

Berikut beberapa hadis yang menerangkan keutamaan dan kekhususan puasa bulan Rajab:

· ________ Diriwayatkan bahwa apabila Rasulullah shalallahu ‘alahi wassalam memasuki bulan Rajab beliau berdo’a:“Ya, Allah berkahilah kami di bulan Rajab (ini) dan (juga) Sya’ban, dan sampaikanlah kami kepada bulan Ramadhan.” (HR. Imam Ahmad, dari Anas bin Malik)
“Barang siapa berpuasa pada bulan Rajab sehari, maka laksana ia puasa selama sebulan, bila puasa 7 hari maka ditutuplah untuknya 7 pintu neraka Jahim, bila puasa 8 hari maka dibukakan untuknya 8 pintu surga, dan bila puasa 10 hari maka digantilah dosa-dosanya dengan kebaikan.”
Riwayat al-Thabarani dari Sa’id bin Rasyid: “Barangsiapa berpuasa sehari di bulan Rajab, maka ia laksana  berpuasa setahun, bila puasa 7 hari maka ditutuplah untuknya pintu-pintu neraka jahanam, bila puasa 8 hari dibukakan untuknya 8 pintu surga, bila puasa 10 hari, Allah akan mengabulkan semua permintaannya…..”
“Sesungguhnya di surga terdapat sungai yang dinamakan Rajab, airnya lebih putih daripada susu dan rasanya lebih manis dari madu. Barangsiapa puasa sehari pada bulan Rajab, maka ia akan dikaruniai minum dari sungai tersebut”.
Riwayat (secara mursal) Abul Fath dari al-Hasan, Nabi Muhammad Saw bersabda: “Rajab itu bulannya Allah, Sya’ban bulanku, dan Ramadan bulannya umatku.”
Sabda Rasulullah SAW lagi : “Pada malam mi’raj, saya melihat sebuah sungai yang airnya lebih manis dari madu, lebih sejuk dari air batu dan lebih harum dari minyak wangi, lalu saya bertanya pada Jibril a.s.: “Wahai Jibril untuk siapakan sungai ini ?”Maka berkata Jibrilb a.s.: “Ya Muhammad sungai ini adalah untuk orang yang membaca salawat untuk engkau di bulan Rajab ini”.


Mengamalkan Hadis Daif Rajab

Ditegaskan oleh Imam Suyuthi dalam kitab al-Haawi lil Fataawi bahwa hadis-hadis tentang keutamaan dan kekhususan puasa Rajab tersebut terkategori dha’if (lemah atau kurang kuat).

Namun dalam tradisi Ahlussunnah wal Jama’ah sebagaimana biasa diamalkan para ulama generasi salaf yang saleh telah bersepakat mengamalkan hadis dha’if dalam konteks fada’il al-a’mal (amal- amal utama).

Syaikhul Islam al-Imam al-Hafidz al- ‘Iraqi dalam al-Tabshirah wa al- tadzkirah mengatakan:

“Adapun hadis dha’if yang tidak maudhu’ (palsu), maka para ulama telah memperbolehkan mempermudah dalam sanad dan periwayatannya tanpa menjelaskan kedha’ifannya, apabila hadis itu tidak berkaitan dengan hukum dan akidah, akan tetapi berkaitan dengan targhib (motivasi ibadah) dan tarhib (peringatan) seperti nasehat, kisah-kisah, fadha’il al-a’mal dan lain- lain…..”.

Rabu, 22 Maret 2017

Imam Syafi’i: Tanda Akhir Zaman, Munculnya Ulama yang Membingungkan Umat

Imam asy Syafi’i rahimahullah, beliau pernah berwasiat:

“Nanti diakhir zaman akan banyak Ulama’ yang membingungkan umat, sehingga umat bingung untuk membedakan dan memilih yg mana Ulama’ Warosatul Anbiya’ (penerus nabi) dan yg mana ulama’ suu’ (jahat) yang menyesatkan umat.”

Maka Imam Syafi’i rahimahullah pun melanjutkan:

“Carilah Ulama’ yang paling dibenci oleh orang-orang kafir dan orang munafiq, dan jadikanlah ia sebagai Ulama’ yang membimbingmu, dan jauhilah ulama’ yang dekat dengan orang kafir dan munafiq kerana ia akan menyesatkanmu, menjauhimu dari keredhaan Alloh.”



Sufyan bin ‘Uyainah rahimahullah salah seorang Ulama’ Salaf berkata:

“Jika diakhir zaman nanti kalian mendapati perselisihan diantara umat, maka wajib bagi kalian memegang Fatwa Ulama’ AHLUTS TSUGHUR”

Apa yang dimaksudkan dengan Ahluts Tsughur?

Ahluts Tsughur adalah Ahlul Jihad, para Ulama’ yang berada di front-front Jihad.

Dari Abu Dzar ra, Nabi bersabda: “Ada hal yang aku takutkan pada ummatku melebihi Dajjal yaitu Ulama yang sesat lagi menyesatkan”.

Sumber: portal-islam.id